Bupati Agas: Keberhasilan Pembangunan Kesehatan Sangat Ditentukan Oleh Semua Stakeholder

Fakultas Kesehatam Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang mengadakan workshop pendampingan dan peningkatan  kapasitas tenaga perencana Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Timur.Kamis, (28/11/2019).

Tujuan diadakannya kegiatan workshop ini adalah, untuk memiliki kesamaan pemahaman atas rencana-rencana strategis ke depannya sehingga dapat menjalankan sinkronisasi  peran semua stake holder  dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan workhshop yang berlangsung di aula kevikepan Borong itu berlangsung selama dua hari terhitung sejak Kamis, (28/11/2019) hingga Jumat, (28/11/2019).

Tirut hadiri dalam kegiatan itu Bupati Matim Agas Andreas,SH,M.Hum Kadis Dinkes Matim dr. Surip Tintin, dan seluruh kepala puskesmas se Kabupaten Manggarai Timur.

Hadir pula, kepala bidang, kepala seksi dan seluruh pengelola program Dinas kesehatan Matim.

Adapun pemateri dalam kegiatan Workshop ini diantaranya; Bupati Matim Agas Andreas,SH.M.Hum, Kadis Kesehatan dr. Surip Tintin, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa Drs. Yoseph Durahi, dan Tim pendamping Tata Kelola Program Kesehatan dari FKM Undana Kupang.

Bupati Agas Andreas,SH.M.Hum dalam sambutannya menjelaskan, pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indoesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, hal ini sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis.

Keberhasilan pembangunan kesehatan, jelas Bupati Agas,  sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Kata dia, penyelenggaraan pembangunan di Kabupaten Manggarai Timur saat ini adalah upaya yang serius dalam mengubah kondisi Kabupaten Manggarai Timur dari daerah tertinggal menjadi daerah maju.

"Berdasarkan Perpres No.131 tahun 2015, Jumlah kabupaten Yang masuk kategori daerah tertinggal sebanyak 122 kabupaten salah satunya adalah Manggarai Timur", ungkapnya

Ada beberapa indikator sebagai daerah tertinggal, Pertama kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Manggarai Timur masih relatif rendah. Kedua, tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat Manggarai Timur masih rendah.

Ketiga, kebutuhan infrastruktur dasar belum terpenuhi. Dan, Keempat celah fiskal atau kemampuan keuangan daerah masih sangat rendah.

Kata dia, berbagai upaya pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur untuk mengatasi kesenjanagan antara lain dengan meningkatkan pembiayaan kesehatan. Berbagai sumber kesehatan terus ditingkatkan. Dukungan dana alokasi khusus bidang kesehatan terus diupayakan meningkat, katanya

Dikatakannya, selain pembiayaan DAK bidang kesehatan, kita juga dapat memanfaatkan dana lainnya untuk sektor kesehatan seperti anggaran dana desa, dan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional  (JKN).

Hal ini, jelasnya, sejalan dengan visi “MATIM SEBER" yaitu mewujudkan masyarakat Manggarai Timur yang sejahtera, berdaya, dan berbudaya serta misi pertama yaitu meningkatkan kualitas manusia melalui pemerataan dan peningkatan  kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, serta peningkatan  derajat kesehatan masyarakat.

Bupati Agas menjelaskan, agar pembiayaan di bidang kesehatan yang telah diupayakan dapat dimanfaatkan dengan baik maka perlu peningkatan kualitas SDM kesehatan terutama kemampuan pengelolaan pembangunan kesehatan perencanaan 
melalui peningkatan kualitas pembangunan kesehatan.

"Dengan adanya perencanaan yang baik diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan- kakegiatan yang ditujukan kepada adanya 
pencapaian tujuan pembangunan, serta menyusun skala prioritas", ungkapnya

Dijelaskannya, Permerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur menyambut baik upaya pendampingan tata kelola program kesehatan ini sebagai hal positif yang dapat menghasilkam rancangan rencana kerja di dinas kesehatan dan jaringannya di masa yang akan datang sehingga dapat memberikan pelayanan sesuai SPM yang diinginkan, tutupnya (KR-1)

Print